Penemuan Baru: Ilmuwan Temukan Bukti Adanya Air di Permukaan Pluto

Ukuran dan Komposisi
Pluto memiliki diameter sekitar 2.370 kilometer, menjadikannya lebih kecil dari Bulan Bumi. Dalam hal komposisi, Pluto sebagian besar terdiri dari batuan padat dengan lapisan tipis es air di permukaan. Mengapa ada es air di planet yang jauh dan dingin ini? Ahli astronomi meyakini adanya aktivitas vulkanik es di dalam Pluto yang menyebabkan es air naik ke permukaan.

Baca Juga:

Mengenal Pluto Lebih Dekat


Pluto, planet terjauh di Tata Surya, telah menarik perhatian banyak astronom sejak ditemukan pada tahun 1930. Meskipun statusnya berubah menjadi “planet katai” pada tahun 2006, Pluto tetap mengejutkan para ilmuwan dengan karakteristik uniknya. Mari kita mengenal Pluto lebih dekat!

Ukuran dan Komposisi

Pluto memiliki diameter sekitar 2.370 kilometer, menjadikannya lebih kecil dari Bulan Bumi. Dalam hal komposisi, Pluto sebagian besar terdiri dari batuan padat dengan lapisan tipis es air di permukaan. Mengapa ada es air di planet yang jauh dan dingin ini? Ahli astronomi meyakini adanya aktivitas vulkanik es di dalam Pluto yang menyebabkan es air naik ke permukaan.

Rotasi yang Aneh

Para astronom telah memperhatikan rotasi yang aneh di Pluto. Planet katai ini memiliki periode rotasi sekitar 6,4 hari, hampir sama dengan periode revolusi mengelilingi Matahari yang membutuhkan waktu sekitar 248 tahun. Fenomena ini menyebabkan satu sisi Pluto yang berlawanan dengan Matahari tetap gelap selama berabad-abad.

Satelit Alaminya

Pluto memiliki lima satelit alami, di antaranya Charon yang merupakan satelit terbesar dengan diameter sekitar setengah Pluto. Dua objek ini ternyata saling “membelit” satu sama lain. Kedua objek tersebut selalu menghadapkan sisi yang sama ke satu sama lain selama revolusi mereka. Selain itu, ada Nix, Hydra, Kerberos, dan Styx yang juga menjadi satelit Pluto yang menarik perhatian para peneliti.

See also  Penelitian Terbaru Ungkap Rahasia Exoplanet WASP-12b, Terbentuk Sebagai 'Korban Kanibalisme' di Jagat Raya

Atmosfer dan Cuaca

Meskipun atmosfer Pluto sangat tipis, molekul yang ada di sana membuatnya menarik untuk diobservasi. Lapisan atmosfer Pluto, terutama nitrogen, dapat menyebabkan efek tampaknya menghilang saat planet ini melintasi di depan bintang, juga dikenal sebagai transit. Selain itu, para astronom juga telah mengamati awan dan embun beku di atmosfer bagian atas Pluto.

Menjelajahi Pluto dengan New Horizons

Satelit NASA bernama New Horizons berhasil menjelajahi Pluto pada bulan Juli 2015. Dalam misi yang berlangsung beberapa tahun, New Horizons mengumpulkan berbagai data tentang permukaan, metana yang membeku, dan struktur dalam planet ini. Hasil temuan ini telah meningkatkan pemahaman kita tentang Pluto dan Tata Surya secara keseluruhan.

Sekarang kita memahami lebih banyak tentang planet katai yang menarik ini. Walaupun statusnya bukan lagi “planet” dalam arti tradisional, Pluto tetap memegang tempat istimewa dalam pengamatan astronomi. Semoga penelitian lebih lanjut tentang Pluto akan membawa penemuan baru dan mengungkapkan lebih banyak misteri tentang planet terjauh di Tata Surya ini.

Baca Juga:

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours