Hutang Menumpuk, Sritex Kesulitan Bayar Gaji Karyawan

Perusahaan tekstil terkenal asal Indonesia, Sritex, kini mulai terpuruk akibat utang yang terus menumpuk. Pada pertengahan tahun 2021, Sritex telah memiliki utang sebesar 16 triliun rupiah.

Baca Juga:

Distribusi

Perusahaan tekstil terkenal asal Indonesia, Sritex, kini mulai terpuruk akibat utang yang terus menumpuk. Pada pertengahan tahun 2021, Sritex telah memiliki utang sebesar 16 triliun rupiah.

Kreditur Mulai Menekan

Para kreditur mulai menekan Sritex untuk segera melunasi utang yang sudah sangat besar tersebut. Hal ini membuat kondisi keuangan perusahaan semakin sulit.

Kondisi Saham Sritex Merosot

Akibat tekanan dari kreditur dan utang yang menumpuk, harga saham Sritex pun mengalami penurunan drastis. Investor pun semakin waspada terhadap kondisi perusahaan tekstil ini.

Karyawan Mulai Khawatir

Karyawan Sritex mulai merasa khawatir akan masa depan perusahaan tempat mereka bekerja. Muncul kekhawatiran terkait kemungkinan PHK atau penurunan gaji.

Sudah Menjadi Perusahaan Kontraktor Terbesar

Meskipun mengalami masalah finansial yang serius, Sritex pernah menjadi perusahaan kontraktor terbesar di Indonesia. Namun, kondisi tersebut kini tak lagi nampak jelas di masa depan.

Utang Terus Membengkak

Utang Sritex terus membengkak hingga mencapai angka yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah keuangan yang dihadapi oleh perusahaan tekstil ini.

Upaya Penyelamatan Perusahaan

Sritex saat ini tengah melakukan berbagai upaya penyelamatan perusahaan agar dapat keluar dari masalah utang yang mereka hadapi. Namun, langkah-langkah tersebut terkesan belum mampu mengangkat kondisi perusahaan secara signifikan.

Baca Juga:

See also  Sucaco (SCCO) Rencanakan Stock Split 1:4 untuk Meningkatkan Nilai Saham dan Memperluas Free Float

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours