Perindo Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Korban Jual Ginjal Kena PHK di Tengah Pandemi

Baca Juga:

Ketua Partai Perindo Menanggapi Kasus Jual Beli Ginjal ke Kamboja

Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial, Yerry Tawalujan, memberikan tanggapannya terkait maraknya kasus jual beli ginjal yang terjadi baru-baru ini. Menurut Yerry, kasus tersebut seharusnya tidak perlu terjadi dan merupakan hal yang sangat disayangkan.

Organ Penting Manusia Tidak Seharusnya Diperdagangkan

Yerry mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus jual beli ginjal yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, organ penting tubuh manusia seperti ginjal tidak seharusnya diperdagangkan untuk tujuan komersial.

Perlunya Tindakan Hukum Terhadap Sindikat Penjual Ginjal

Yerry menyatakan bahwa sindikat penjual ginjal perlu ditindak oleh pihak kepolisian. Menurutnya, sindikat tersebut merupakan dalang di balik perdagangan ginjal yang terjadi. Namun, Yerry juga menekankan pentingnya melindungi dan menolong para pendonor ginjal, karena mereka dapat dianggap sebagai korban dalam kasus ini.

Pendonor Ginjal Korban Pandemi Covid-19

Yerry menjelaskan bahwa para pendonor ginjal terpaksa melakukan tindakan ini karena menjadi korban dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, mereka perlu dilindungi dan ditolong agar tidak menjadi korban sekali lagi.

Pemerintah Perlu Memperkuat Jaring Pengamanan Sosial

Juru bicara nasional Partai Perindo menambahkan bahwa pemerintah perlu melakukan langkah-langkah untuk memperkuat jaring pengamanan sosial, terutama bagi para korban PHK. Langkah ini bertujuan agar kasus jual beli ginjal tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Upaya Penangkapan Terhadap 12 Orang Terkait Kasus Jual Beli Ginjal

Sebelumnya, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri berhasil menangkap 12 orang terkait kasus jual beli ginjal. Para pelaku diketahui menjual ginjal ke Kamboja.

See also  Euforia Pelajar dan Mahasiswa: Roket Buatan India Raih Keberhasilan di Bulan

Motif Ekonomi sebagai Alasan Donor Ginjal

Dari 12 orang yang ditangkap, 9 di antaranya ternyata merupakan mantan donor ginjal. Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan bahwa sebagian besar donor menjual ginjalnya karena alasan ekonomi, terutama karena terkena PHK akibat pandemi Covid-19.

Dalam menyikapi kasus jual beli ginjal ini, Yerry Tawalujan menegaskan bahwa tindakan hukum perlu diterapkan terhadap sindikat penjual ginjal. Namun, perlindungan dan bantuan juga harus diberikan kepada pendonor ginjal yang merupakan korban dalam kasus ini. Pemerintah juga perlu berperan aktif dalam memperkuat jaring pengamanan sosial untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa yang akan datang.

Baca Juga:

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours