Bamsoet Dorong Generasi Muda Bangun Karakter Pancasila yang Kuat sebagai Dasar Pembangunan Bangsa

Keberadaan ruang udara dan angkasa sangat berhubungan dengan kebutuhan manusia di bumi. Salah satunya terkait dengan pemanfaatan Geo Stationary Orbit (GSO) yang merupakan sumber daya alam terbatas. GSO hanya ada di atas garis khatulistiwa, dan Indonesia merupakan salah satu negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Oleh karena itu, konstitusi kita harus memuat ketentuan tentang ruang udara dan angkasa untuk digunakan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat. Hal ini disampaikan oleh Bamsoet dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama HIPAKAD.

Baca Juga:

Pentingnya Pengaturan Ruang Udara dan Angkasa

Keberadaan ruang udara dan angkasa memiliki hubungan erat dengan kebutuhan manusia di bumi, terutama terkait pemanfaatan geo stationary orbit (GSO) yang merupakan sumber daya alam terbatas. GSO hanya ada di atas khatulistiwa dan Indonesia merupakan salah satu negara yang dilalui garis khatulistiwa. Oleh karena itu, konstitusi kita perlu mengatur tentang penggunaan ruang udara dan angkasa untuk kepentingan kemakmuran rakyat.

Dukungan terhadap TNI dan Polri dalam Menghadapi Ancaman KKB di Papua

Bamsoet mendukung TNI dan Polri, termasuk matra terbaik seperti Brimob Polri, Gultor Kopassus, Raiders Bravo, dan Denjaka, untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Dalam melawan KKB dan menjaga keutuhan bangsa dan negara, tidak ada benturan dengan penegakan HAM.

Ancaman Non Fisik yang Dihadapi Bangsa Indonesia

Selain musuh nyata seperti KKB, bangsa Indonesia juga menghadapi ancaman non fisik yang tidak terlihat namun dapat dirasakan dampaknya. Contohnya adalah degradasi moral generasi muda bangsa, perilaku koruptif, ketimpangan sosial-ekonomi, penurunan nilai-nilai kearifan lokal, serta pengabaian terhadap ideologi bangsa.

See also  Penting Diketahui! Kirim Emoji Hati Merah Bisa Dikenai Hukuman Penjara

Degradasi Moral Generasi Muda

Degradasi moral generasi muda bangsa terlihat dari mudahnya terjerat gaya hidup hedonisme, perilaku seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba. Menurut Indonesia Drugs Report 2022, sebagian besar pengguna narkoba adalah kelompok usia muda dan produktif, antara 25 sampai 49 tahun.

Maraknya Perilaku Koruptif

Perilaku koruptif masih marak, seperti yang tercermin dari melemahnya indeks persepsi korupsi tahun 2022, dimana Indonesia menduduki peringkat ke-110 dari 180 negara yang disurvei. Selama periode 2004 hingga 2022, tercatat sudah ada 1.351 kasus tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK. Perilaku korupsi ini tidak hanya berdampak pada perekonomian negara, tetapi juga mengabaikan nilai-nilai kebangsaan.

Ketimpangan Sosial-Ekonomi

Ketimpangan sosial-ekonomi masih dirasakan di Indonesia. Meskipun Indonesia masuk dalam 20 negara dengan jumlah miliuner terbanyak menurut Majalah Forbes, namun sekitar 9,36 persen penduduk Indonesia masih hidup dalam garis kemiskinan, yaitu sekitar 25,9 juta jiwa. Jika tidak ditangani dengan baik, ketimpangan ini dapat menjadi bom waktu yang akan mengancam soliditas kebangsaan.

Terpinggirkannya Ideologi Bangsa dan Kearifan Lokal

Terpinggirkannya ideologi bangsa, terutama di kalangan generasi muda, tercermin dari survei yang dilakukan oleh Setara Institute dan Forum on Indonesian Development (INFID) pada bulan Mei 2023. Sekitar 83,3 persen pelajar SMA berpendapat bahwa Pancasila dapat diganti. Survei lain juga menunjukkan bahwa pengetahuan dasar masyarakat tentang Pancasila masih belum optimal. Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal juga tergerus karena kemajuan teknologi yang membawa nilai-nilai asing yang dianggap lebih “maju” dan “modern”.

Pentingnya memperhatikan hal ini karena dampaknya dapat merugikan bangsa Indonesia dan mengancam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours